Portal Berita Manado
Menu
Kategori
Wilayah
Tag
Portal Berita Manado

Selamat datang di website kami | kilasmanado.com | Torang pe Koran Online | Berjuang secara dinamis bersama Rakyat!

Hasil akhir perselisihan Pemilihan Presiden di MK

  • 28 Jun 19 04:41:22
  • 78 views
  • 0 comments
Portal Berita Manado Hasil akhir perselisihan Pemilihan Presiden di MK

KILASNASIONAL - Permohonan sengketa perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 diputus oleh Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis (27/6). Dalam amar putusannya, MK memutuskan dua hal. Satu, menolak eksepsi termohon, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan pihak terkait atau pasangan calon (paslon) presiden-wakil presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin untuk seluruhnya. Dua, menolak permohonan pemohon, paslon presiden-wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Shalahuddin Uno untuk seluruhnya. Putusan selesai dibacakan pada pukul 21.16 WIB.

“Demikian diputuskan pada rapat permusyawaratan hakim pada Senin, 24 Juni 2019 dan dibacakan pada sidang pleno Mahkamah Konstitusi pada Kamis, 27 Juni 2019,” sebagaimana dibacakan oleh Ketua Hakim MK, Anwar Usman.

Terhadap putusan MK, anggota Tim kuasa hukum pasangan calon (paslon) Prabowo Subianto-Sandiaga Shalahuddin Uno, Teuku Nasrullah menyatakan pihaknya telah menduga sejak awal sidang pembuktian bahwa hakim MK akan menolak seluruh dalil permohonan. Dugaan didasarkan atas pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh hakim MK selama persidangan. Ia juga menyatakan kaget hakim MK selesai memutus permohonan pada Senin (24/6), satu hari sejak sidang pembuktian selesai dilaksanakan pada Jumat (21/6).

“Memang dugaan saya tentang seluruhnya ditolak sudah saya prediksi sejak awal saat sidang pembuktian, ketika kami melihat pertanyaan majelis hakim. Tapi lebih mengerikan lagi, sidang ditutup pada hari Jumat malam hari, lalu besoknya hari sabtu dan minggu libur dimana tidak ada RPH (rapat permusyawaratan hakim). Baru RPH senin pagi. Tapi senin siang, panitera menyatakan sudah ada keputusan. Itu membingungkan saya. Bagaimana bisa diputuskan begitu cepat?” tandas Nasrullah usai sidang pembacaan putusan di gedung MK, Gambir, Jakarta Pusat.

Adapun Ketua Tim kuasa hukum paslon Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Mahendra mengapresiasi putusan MK. Yusril menilai MK membuktikan pihaknya bukan mahkamah kalkulator, sebab MK mengkaji dan memeriksa dalil-dalil pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM) yang diajukan oleh pihak 02. MK tidak fokus jhanya pada perselisihan hasil perolehan suara antara 01 dan 02.

“Ini membuktikan bahwa tudingan MK hanya mahkamah kalkulator tidak terbukti. Memang MK itu mengadili perselisihan hasil pemilu malam ini, MK memeriksa semua tuduhan-tuduhan, dalil-dalil yang dikemukakan pemohon, dan menilai satu demi satu bukti-bukti itu. Bahkan, yang tidak mempengaruhi hasil, yang sangat penting, juga dinilai MK, yakni syarat pengunduran diri Ma’ruf Amin,” ujar Yusril.

Anggota KPU RI, Hasyim Asyarie mengatakan pihaknya akan segera melaksanakan rapat pleno untuk menindaklanjuti putusan MK. Sesuai peraturan di Undang-Undang (UU) Pemilu, KPU memiliki waktu tiga harikalender untuk menindaklanjuti putusan.

“Kami akan menyelenggarakan rapat pleno untuk menindaklanjuti putusan MK. Paling lama tiga hari sejak pembacaan putusan. Kalau selesai hari ini, tiga hari berikutnya, berarti tanggal 30 Juni 2019. Jadi, dihitung tanggal kalender, bukan hari kerja,” jelas Hasyim.

Komentar
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Kilas Manado, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2018 Kilas Manado All right reserved   Developed by javwebnet