kilasmanado.com - torang pe koran online

Wapres Jusuf Kalla Menekankan Pentingnya Menjaga Kebebasan Pers

  • 192 views
  • 0 comments
  •  Wapres Jusuf Kalla Menekankan Pentingnya Menjaga Kebebasan Pers JAKARTA, KILASMNADO.com -- Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day (WPFD) 2017
  •  Wapres Jusuf Kalla Menekankan Pentingnya Menjaga Kebebasan Pers JAKARTA, KILASMNADO.com -- Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day (WPFD) 2017
  • thumb  Wapres Jusuf Kalla Menekankan Pentingnya Menjaga Kebebasan Pers JAKARTA, KILASMNADO.com -- Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day (WPFD) 2017
  • thumb  Wapres Jusuf Kalla Menekankan Pentingnya Menjaga Kebebasan Pers JAKARTA, KILASMNADO.com -- Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day (WPFD) 2017



JAKARTA, KILASMNADO.com -- Wakil Presiden Jusuf Kalla membuka peringatan Hari Kebebasan Pers Sedunia atau World Press Freedom Day (WPFD) 2017 yang diselenggarakan oleh Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan (UNESCO) di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 Mei 2017.


"Kita harus berterima kasih karena Indonesia menjadi tempat untuk memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia yang berarti mengukuhkan negara kita akan pentingnya menjaga kebebasan pers yang baik untuk kebaikan negara," kata Kalla.


Dalam sambutannya, Wapres Jusuf Kalla juga menekankan pentingnya menjaga kebebasan pers yang bertanggung jawab. "


Kebebasan pers itu konsekuensinya bukan hanya tanggung jawab pada 'censorship', tapi pada kredibilitas internal media dan masyarakat serta soal etika," kata Kalla.


Wapres Jusuf Kalla juga menyoroti pentingnya media sebagai pilar ketiga demokrasi yang dapat memberikan kritik dan bersikap kritis kepada pemerintah.


"Negara butuh kritik dan pandangan kritis untuk dapat menjalankan misi menyejahterakan rakyat, dan menjalankan negara yang baik dan adil," jelas Kalla.


Sebelumnya, Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova mengucapkan terima kasih kepada Indonesia yang bersedia menjadi tuan rumah rangkaian WPFD, 1-4 Mei 2017. Bokova juga memuji kebebasan pers di Indonesia pasca-Reformasi 1998, dan kini menjadi contoh bagi negara-negara lain di dunia.


"UNESCO telah bekerja sama dengan Indonesia ketika mulai membangun Dewan Pers pada 1997, dan sejak itu kebebasan pers terus berkembang," kata Bokova. (rab)

 

 

Berita Terkait

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Kilas Manado, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.