kilasmanado.com - torang pe koran online

Surat Terbuka LMND untuk WD III FISPOL Unsrat

  • 263 views
  • 0 comments
MANADO, KILASMANADO.com -- Berikut ini adalah surat terbuka dari Liga Mahasiswa

 

MANADO, KILASMANADO.com -- Berikut ini adalah surat terbuka dari Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi Eksekutif Manado yang ditujukan kepada Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Universitas Sam Ratulangi Manado :

Mahasiswa, kau ingin jadi apa ?
Pengacara, untuk mempertahankan hukum kaum kaya, yang secara inheren tidak adil ?
Dokter, untuk menjaga kesehatan kaum kaya, menganjurkan makanan yang sehat, udara yang baik, dan waktu istirahat kepada mereka yang memangsa kaum miskin ?
Arsitek, untuk membangun rumah nyaman untuk tuan tanah ?
Lihatlah kesekelilingmu dan periksa hati nuranimu.
Apakah kau tak mengerti bahwa tugasmu adalah sangat berbeda ; untuk bersekutu dengan kaum tertindas, dan bekerja untuk menghancurkan system yang kejam ini ?
(Victor Serge, Bolhshevisk)

Terkait dengan pernyataan yang keluar dari WD III FISPOL UNSRAT yang dimuat di http://persmactadiurna.blogspot.co.id (11/102017), maka dengan ini kami dari Liga Mahasiswa Nasional Untuk Demokrasi EK Manado merasa perlu untuk menanggapi secara kritis pernyataan dari bapak WD III, yang menurut kami statmen tersebut tidak menunjukan kewibawaan sebagai seorang Akademisi yang seharusnya mengetahui dengan betul bahwa pada dasarnya salah satu esensi dari universitas adalah upaya menciptakan keadaban, lewat menjunjung tinggi pengetahuan sebagai disiplin ilmu yang harus mengabdi pada persoalan sosial masyarakat, kampus untuk memanusiakan manusia, seperti yang diajarkan Samratulangi dan kini menjadi filosofi Universiatas Samratulangi
Sebelumnya, mungkin Mener tak tahu kalau kami melakukan aksi turun kejalan untuk maksud mulia, yaitu mengingatkan  kepada pemerintah hari ini, sebagai bangsa yang telah merdeka sejak tahun 1945 sudah seharusnya kita berdaulat di tanah kita sendiri.

Ingat, sebagai bangsa yang merdeka tapi kemudian hidup dibawah neokolonialisme itu artinya, kita tak akan pernah menciptakan Negara yang benar-benar berdaulat, dan bisa mensejahtakan seluruh masyarakat.

Kalau kita kembali pada akar sejarah perjuangan bangsa indonesai, Negara ini terbentuk lewat semangat gerakan mahasiswa, dari tahun 1908,1928,1945,sampai 1998, ini menunjukan bahwa secara historis gerakan mahasiswa-pemuda adalah gerakan pembebasan nasional, dan benih kesadaran itu salah satunya di dapat dalam kehidupan kampus.

Sukarno, Hatta, Syahrir, termasuk Samratulangi mengajarkan kepada kami, kampus berdiri bukan hanya menciptakan sarjana. Kampus diselenggarakan bukan untuk kegiatan kuliah semata, sedari awal kampus adalah taman pengetahuan dan pergerakan. Kami percaya, kampus adalah wadah untuk merangsang keberanian untuk mengungkap nilai kemanusiaan.

Kampus merupakan dunia yang melatih kita untuk melawan apa yang sepatutnya dilawan, memusuhi korupsi, pelanggaran hak asasi manusia hingga membela mereka yang tertindas. Kampus seharusnya melatih kita memimpin, peduli dan pelindung.

Kampus membuat kita tersesat dijalan yang benar. Meminjam istilah Gramsci, menjadi intelektual organik, intelektual yang punya fungsi sosial.

Dalam surat ini kami pun perlu mengklarifikasi klaim Mener bahwa aksi kami menyikapi persoalan PT Freeport dengan ketidaktahuan perlu kami klarifikasi. Aksi yang kami lakukan dilandasi pengkajian, dari aspek historis, ekonomi, politik, hukum.

Disini kami akan menjelaskan secara sigkat kajian kami sehingga berkesimpulan Freeport merupakan wujud baru dari penjajahan gaya baru yang hari ini sedang dihadapi bangsa Indonesia, dan harus kita Lawan.

PT Freeport Indonesai merupakan sebuah perusahaan taambang emas terbesar di dunia. Perusahaan ini mulai melakukan eksploitasi di bumi papua tak lepas dari lahirnya UUPMA 1967 yang membuka keran bagi perusahaan-perusaaan kapitalis menanamkan sahamnya untuk menjarah bangsa Indonesia, sebagai perusaahan tambang asing pertama di indonesai tak ayal bagi kami Freeport merupakan symbol penjajahan gaya baru yang dihadapi republic pasca indonesia merdeka pada tahun 1945.

Sejak Freeport memulai kegiatan pertambanganya pada tahun 1967 posisi Freeport selalu menekan Negara dan berlagak sebagai tuan dengan diberikan kemudahan yang begitu besar dalam menjalankan niat untuk menggeruk kekayaan sebesar-besarnya dengan kerugian sekecil mungkin.

Rasa berkuasannya Freeport terus berlanjut saat berlakunya UU No 04 tahun 2009,  yang mengamanatkan tidak adalagi yang namanya pertambangan berstatus Kontrak Karya, dan harus beralih menjadi Ijin Usaha Pertambangan Khusus(IUPK), serta kewajiban setiap perusahaan membangun smelter dengan memperhatikan tenaga kerja local serta barang dan jasa dalam negeri, tetapi apa yang terjadi freeport tidak perna menjalankan amanat UU tersebut.

Kemudian pada pertengahan januari lalu pemerintah menerbitkan PP No 1 thn 2017 mengenai perubahan atas PP no. 23 thn 2010 tentang pelaksanaan kegiatan pertambangan mineral dan batubara.

Beberapa poin penting dalam PP tersebut adalah terkait kewajiban divestasi 51% pembangunan pabrik pengelolahan  dan pemurnian (smelter) didalam negeri. Dan perubahan kontrak karya(KK) menjadi Ijin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK)
Pemerintah beralasan bahwa dengan adanya divestasi saham dan  membangun smelter tersebut dipastikan akan berdampak secara ekonomi tentu saja hal ini sangat di mungkinkan terutama bagi penerimaan Negara, bahkan dengan saham mayoritas pun pemerintah berharap mendapatkan kendali dalam kegiatan usaha pertambangan mineral dan batubara di Indonesia, tetapi sampai hari ini PT. Freeport tidak pernah patuh dengan regulasi yang dikeluarkan  pemerintah.

Inilah alasan kenapa kemudian Kami merasa terpanggil untuk menyuarakan semangat perlawanan untuk mengganyang Freeport sebagai simbol neokolonialisme bangsa Indonesia. Sejarah Freeport adalah sejarah penjarahan, pelanggaran HAM, sejarah perusakan Lingkungan, dan ancaman terhadap keutuhan persaudaraan Bangsa. Alhasil sudah seharusnya sebagai mahasiswa, dan universitas pada umumnya, kita tidak diam, skeptis, berbangku tanggan dalam mempertahankan kedaulatan, demi terciptanya masyarakat yang adil dan makmur. Menangkan Pancasila !

Melalui surat terbuka ini, kami menyayangkan pernyataan dari WD III, yang terkesan tidak peduli dengan persoalan bangsa, dan inggin menjauhkan tanggung jawab kampus dalam kehidupan social dari warga Negara Indonesia yang kita cintai ini. Dengan semua uraian diatas maka kami EK LMND Manado siap bertanggung jawab :

1. Meninta berdiskusi atau berdebat untuk menyikapi persoalan Freeport

2. Meminta agar dapat menarik kembali statmen WD III FISPOL UNSRAT soal kecaman aksi kami
Demikian surat terbuka yang dapat kami layangkan kepada WD III FISPOL UNSRAT Drs. Jefry Paat, M.Si atas perhatiannya kami sampaikan banyak-banyak terima kasih.
Bangun Persatuan Nasional                       

Hentikan Imperialisme…!!!

Demikian Surat Terbuka LMND untuk WD III FISPOL Unsrat yang disampaikan kepada Redaksi KILASMANADO.com oleh Mesak Habari. (EBD) 

Berita Terkait

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Kilas Manado, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.