K I L A S M A N A D O . C O M | Torang pe koran online

Presiden Apresiasi Gubernur Olly Dondokambey dalam Menekan Inflasi Daerah

  • 79 views
  • 0 comments
  •  Presiden Apresiasi Gubernur Olly Dondokambey dalam Menekan Inflasi Daerah KILASMANADO.com - Kerja keras Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw dalam membangun Sulut di bidang ekonomi mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
  •  Presiden Apresiasi Gubernur Olly Dondokambey dalam Menekan Inflasi Daerah KILASMANADO.com - Kerja keras Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw dalam membangun Sulut di bidang ekonomi mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
  • thumb  Presiden Apresiasi Gubernur Olly Dondokambey dalam Menekan Inflasi Daerah KILASMANADO.com - Kerja keras Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw dalam membangun Sulut di bidang ekonomi mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
  • thumb  Presiden Apresiasi Gubernur Olly Dondokambey dalam Menekan Inflasi Daerah KILASMANADO.com - Kerja keras Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw dalam membangun Sulut di bidang ekonomi mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

KILASMANADO.com - Kerja keras Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey dan Wagub Steven Kandouw dalam membangun Sulut di bidang ekonomi mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.

 

Apresiasi tersebut diberikan oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo karena Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Sulut menjadi yang terbaik untuk wilayah se-Sulawesi, penyerahan penghargaan diberikan dalam acara Rakornas TPID yang diselenggarakan Kamis, (26/7/2018) di Jakarta.

 

Rakornas TPID merupakan kegiatan rapat tahunan yang diselenggarakan oleh Pokjanas TPID yakni Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, dan Bank Indonesia yang bertujuan untuk memperkuat sinergi dan sinkronisasi kebijakan antara masing-masing lembaga tersebut dalam upaya pengendalian harga.

 

Rapat yang mengangkat tema “Mempercepat Pembangunan Infrastruktur Untuk Mewujudkan Stabilitas Harga dan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif dan Berkualitas” dipimpin langsung oleh Presiden RI dan dihadiri oleh Gubernur Bank Indonesia, jajaran Menteri serta seluruh Kepala Daerah (Gubernur dan Bupati/Walikota) seluruh Indonesia.

 

“Ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi menjadi tantangan pengendalian inflasi pada tahun-tahun mendatang, sehingga perdagangan antar daerah dan penggunaan teknologi dalam pemasaran menjadi hal yang penting untuk dapat dikembangkan.” Sambutan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo.

 

Menteri Koordinator Perkonomian, Darmin Nasution menambahkan bahwa inflasi yang terkendali ini memiliki efek positif yakni turunnya angka kemiskinan, angka ketimpangan dan pengangguran.

 

Presiden Joko Widodo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran anggota TPID di daerah yang telah mampu mengendalikan inflasi sehingga dapat terjaga dibawah 4% selama 3 tahun terakhir.

 

Presiden juga mengimbau agar koordinasi antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dapat terus ditingkatkan. Bersamaan dengan kegiatan Rakornas, Presiden juga memberikan penghargaan kepada daerah-daerah yang telah melaksanakan kegiatan pengendalian inflasi dengan baik sehingga mampu menjaga stabilitas harga.

 

Selesai mengikuti kegiatan, Gubernur Olly memberikan apresiasi kepada seluruh stakeholder terkait dan tim TPID Sulut yang selalu bekerja keras dalam menjaga inflasi daerah. Terkendalinya bahan makanan menjadikan faktor rendahnya inflasi di tahun 2017 karena produktivitas dan produksinya terjaga dengan baik.

"Sejak dilantik sebagai Gubernur Sulut, Inflasi menjadi fokus perhatian di Propinsi Sulawesi Utara karena tingkat inflasi di Sulut selama ini paling tinggi di Indonesia, berkat kerja keras semua Tim TPID, inflasi Sulut bisa ditekan," ujar Gubernur.

 

Lanjut Gubernur Olly dalam 2 tahun pemerintahannya, inflasi di Sulut  bisa dikendalikan mulai dari produksi sampai dengan distribusi logistiknya diatur dengan baik, seperti contoh "Barito" (Bawang, Rica/Cabai, Tomat) tim TPID bekerjasama dengan tim PKK Sulut serta semua lembaga masyarakat menyiapkan bibit untuk Petani 5 bulan sebelum pelaksanaan hari besar keagamaan seperti  Natal dan Lebaran, sehingga kebutuhan bahan tersebut dapat tersedia dan juga dimonitor bahan apa yang menyebabkan inflasi.

 

Dengan prestasi ini Gubernur berharap Tim TPID dapat terus bekerja keras dalam menekan angka inflasi daerah. Diketahui pada Januari 2018 Sulut mencatat inflasi sebesar 0,49 % (mtm) atau secara tahunan sebesar 1,83% (yoy). Realisasi tersebut lebih rendah dibandingkan bulan Desember yang tercatat sebesar 0,51% (mtm) atau secara tahunan 2,44% (yoy), dan dibandingkan dengan inflasi pada Januari 2017 sebesar 1,10% (mtm).

 

Diketahui juga dengan kerja keras, kriteria penilaian dari Kementerian Koordinator Perekonomian dan Bank Indonesia, Provinsi Sulawesi Utara dinilai terbaik dalam hal mengendalikan dan menjaga stabilitas harga, ketersedian pasokan kebutuhan pokok, rantai distribusi (kerjasama perdagangan), dan komunikasi yang efektif dari Tim Ekonomi dengan Pemerintah Pusat dan stakeholder penggerak pertumbuhan eknomi di daerah, termasuk sektor bidang pertanian,  perikanan, perkebunan, perindustrian, perdagangan, pariwisata, serta bidang infrastruktur (perhubungan dan ke-PUan) mampu berkolaborasi dengan baik. Tim TPID Provinsi Sulawesi Utara dipimpin langsung oleh Gubernur Olly Dondokambey mampu menekan tingkat kemiskinan 7,8% ditahun 2018 dibanding dengan tingkat kemiskinan Nasional 9.8%, artinya Sulut masih relatif lebih baik.

 

Turut mendampingi Gubernur dalam acara Sarasehan Nasional dan Rakornas TPID yaitu Roy Tumiwa Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan & SDM dan Franky Manumpil Karo Ekonomi & SDA.

 

Poin penilaian TPID Terbaik:
1. Outcome (bobot 40%). Meliputi:
- Realisasi Inflasi (di akhir tahun, Sulut mencapai 2,44% yoy)
- Volatilitas Inflasi (di lihat secara bulanan)
2. Process (bobot 60%). Meliputi:
- Koordinasi (antar seluruh anggota TPID dan Stakeholder terkait, dinilai dari kegiatan koordinasi TPID terutama High Level Meeting yang dipimpin langsung oleh Kepala Daerah sebagai Ketua TPID)
- Rekomendasi Kebijakan (hasil dari koordinasi anggota TPID yang dibakukan dalam Risalah Rapat lalu menjadi Nota Rekomendasi Kebijakan yang disusun oleh Biro Ekonomi selaku Sekretariat TPID)
- Inovasi Program (terobosan yang strategis, kreatif, dan memiliki dampak signifikan, dilahirkan melalui Koordinasi anggota TPID dan tercantum dalam Nota Rekomendasi Kebijakan dalam upaya pengendalian inflasi daerah)
- Akuntabilitas (dinilai dari Laporan TPID setiap triwulan/semester yang dilaporkan kepada Pokjanas TPID selama tahun berjalan dengan memenuhi syarat dokumentasi yang berlaku).

 

(***/Ramar Gregoryo)

 

Berita Terkait

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Kilas Manado, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.