kilasmanado.com - torang pe koran online

Memperingati Coral Triangle Day, CTI-CFF Bersama SMA dan SMK

  • 165 views
  • 0 comments
  •  Memperingati Coral Triangle Day, CTI-CFF Bersama SMA dan SMK MANADO, KILASMANADO.com -- Perayaan Coral Triangle (CT) Day di Kantor Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang
  •  Memperingati Coral Triangle Day, CTI-CFF Bersama SMA dan SMK MANADO, KILASMANADO.com -- Perayaan Coral Triangle (CT) Day di Kantor Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang
  •  Memperingati Coral Triangle Day, CTI-CFF Bersama SMA dan SMK MANADO, KILASMANADO.com -- Perayaan Coral Triangle (CT) Day di Kantor Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang
  • thumb  Memperingati Coral Triangle Day, CTI-CFF Bersama SMA dan SMK MANADO, KILASMANADO.com -- Perayaan Coral Triangle (CT) Day di Kantor Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang
  • thumb  Memperingati Coral Triangle Day, CTI-CFF Bersama SMA dan SMK MANADO, KILASMANADO.com -- Perayaan Coral Triangle (CT) Day di Kantor Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang
  • thumb  Memperingati Coral Triangle Day, CTI-CFF Bersama SMA dan SMK MANADO, KILASMANADO.com -- Perayaan Coral Triangle (CT) Day di Kantor Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang

 

MANADO, KILASMANADO.com -- Perayaan Coral Triangle (CT) Day di Kantor Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan (CTI-CFF) menghasilkan sebuah deklarasi “Pemuda Pemudi Sulawesi Utara Untuk Hari Segitiga Terumbu Karang” dalam berkomitmen mengurangi sampah plastik yang sudah sangat berlebihan, dampaknya terhadap keragaman hayati laut dan penghidupan masyarakat.


Seiring berjalannya waktu, perayaan CT Day menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran melestarikan kawasan dengan kekayaan biota laut terbesar di dunia, diantaranya berupa 76% spesies karang, lebih dari 3.000 spesies ikan, 6 dari 7 spesies penyu yang ada di dunia serta tempat bergantung lebih dari 130 juta masyarakat kawasan pesisir yang membentang di 6 negara anggota CTI-CFF dari ancaman eksploitasi sumber daya laut massal, perubahan iklim, dan sampah laut.


Peringatan CT Day di Gedung CTI dimulai dengan sambutan dari Direktur Eksekutif CTI-CFF, Widi A. Pratikto dan Prof. Grevo S. Gerung, Dekan Kelautan dan Perikanan, Universitas Sam Ratulangi dan dilanjutkan pemaparan kondisi laut di wilayah Sulawesi Utara oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Ronald Sorongan dan Dr. Ir. Wilmy Pele, Dosen Pencemaran Kelautan dan Perikanan Universitas Sam Ratulangi, dan pemutaran film “Trash” dihadapan siswa dari 7 (tujuh) Sekolah di Sulawesi Utara (SMAN 10, SMKN 5, SMKN 3, SMKN 4, SMK Purna Bahari, Politeknik Perikanan Bitung, dan SMA Kristen Sologratia Tongkaian) dan mahasiswa Universitas Sam Ratulangi.


Direktur Eksekutif Sekretariat Regional CTI-CFF, Widi A. Pratikto, mengatakan, “Tiga dari enam Negara Anggota CTI-CFF, diantaranya Indonesia (No.2), Filipina (No.3) dan Malaysia (No.8) merupakan penyumbang sampah plastik terbesar di dunia, sehingga sampah akan menjadi tema pokok CTI.”


Menurut saya, perubahan budaya atas penggunaan sampah plastik yang pada akhirnya mengancam keberlangsungan laut mesti dirubah, mengingat 55% pemuda berada di wilayah Asia Pasifik, sehingga tentu saja keterlibatan dan pemahaman lingkungan bagi generasi muda sebagai penerus tongkat estafet kepemimpinan bangsa menjadi penting” lanjut Widi.


Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Ir. Ronald Sorongan menambahkan “Laut adalah masa depan dan semua lapisan masyarakat harus perangi sampah, mulai dari diri sendiri, lingkungan sekitar kita dan komitmen itu harus turun temurun dan disebarkan ke anak cucu kita.”


“Pemerintah Provinsi memiliki agenda bersih pantai dan muara sungai yang sudah rutin dilakukan setiap bulan sebagai aksi nyata dalam menanggulangi sampah di laut” tambah Ronald.


Hari terumbu Karang ini yang bertema Curbing Marine Debris – Reduce Your Plastic Waste!/Kendalikan Sampah Laut – Kurangi Penggunaan Plastik! diharapkan dapat menjadi momentum untuk menanggulangi sampah di wilayah kita masing2 dimulai dari Manado sebagai pusat dari Segitiga Karang.

“Pelajaran yang bisa saya ambil hari ini adalah betapa kita, manusia sudah sangat bergantung pada plastik dan bahwa sampah merupakan tanggung jawab kita pribadi dan semua lapisan masyarakat”, tutup Gledys salah satu mahasiswa perikanan dan ilmu kelautan Universitas Sam Ratulangi. (Den)

 

 

 

 

Berita Terkait

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Kilas Manado, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.