kilasmanado.com - torang pe koran online

Mahasiswa Pasca Sarjana Maryland University AS Mengikuti Kelas Terbuka CTI-CFF Di Sulawesi Utara

  • 270 views
  • 0 comments
KILASMANADO.com -- Sekretariat Regional CTI-CFF menerima kehadiran 20 mahasiswa pasca sarjana Universitas Maryland, Amerika Serikat dalam rangka studi banding bertajuk “Complex Social-Ecological Systems, Environmental Policy, and Sustainable Development in Indonesia”

 

KILASMANADO.com -- Sekretariat Regional Prakarsa Segitiga Karang untuk Terumbu Karang, Perikanan dan Ketahanan Pangan (CTI-CFF) menerima kehadiran 20 mahasiswa pasca sarjana Universitas Maryland, Amerika Serikat (10/1) dalam rangka studi banding mendalam mengenai organisasi CTI-CFF dan isu-isu lingkungan kelautan di Manado, hari ini.

 

Dalam kesempatan yang baik ini, Dr. Muhammad Lukman, Program Manager dari CTI-CFF memaparkan secara komprehensif tentang organisasi CTI-CFF, keanekaragaman hayati yang ada di dalam kawasan Segitiga Karang, tantangan dan peluang yang dihadapi serta kaitannya dengan isu-isu lingkungan dunia seperti pemanasan global, Sustainable Development Goal (SDG) khususnya dengan tujuan No.4 yaitu Life Below Water atau Kehidupan di Bawah Laut. 

 

Sementara itu, University Maryland, Washington, Amerika Serikat diwakili oleh Prof. Thomas Hilde, yang dalam kesempatan ini mengemukakan tujuannya untuk berkunjung ke Sekretariat Regional CTI-CFF – salah satunya adalah mendapat masukan tentang kebijakan konservasi, perikanan, dan ketahanan pangan yang sejauh ini telah dijalankan oleh CTI-CFF dalam perspektif yang luas ditinjau dari beragam sisi keilmuan di bidang kebijakan sosial, ekologi, konservasi, dan lingkungan dan penerapannya di pemerintahan masing-masing negara anggota CTI-CFF.

 

Program Manager CTI-CFF, Dr. Muhammad Lukman, mengatakan: “Kunjungan studi banding di awal tahun 2017 adalah bukti bahwa kebijakan dan kegiatan CTI-CFF yang telah dilakukan di berbagai negara anggota yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Papua Nugini, Filipina, Solomon Islands, dan Timor-Leste serta di berbagai forum regional dan internasional terbukti mendapatkan perhatian yang luas dari komunitas internasional, khususnya Perguruan Tinggi di Amerika Serikat, yaitu sebagai sebuah organisasi internasional di bidang konservasi, perikanan, dan ketahanan pangan yang disegani.”

 

Pimpinan rombongan mahasiswa pasca sarjana dari Universitas Maryland, Prof. Thomas Hilde  mengatakan: “Salah satu yang mendorong kami mengunjungi Sulawesi Utara, khususnya Manado adalah keindahan Taman Nasional Laut Bunaken yang sangat terkenal di dunia, terlebih Manado adalah Ibukota Coral Triangle Initiative yang menawarkan beberapa obyek belajar bagi mahasiswa pasca sarjana – khususnya yang berkaitan dengan perubahan iklim dan bagaimana organisasi seperti CTI-CFF berupaya melakukan usaha-usaha koordinasi di bidang konservasi, perikanan, dan ketahanan pangan dengan keenam negara anggotanya.”

 

Selama kelas terbuka berlangsung, banyak pertanyaan kritis dialamatkan kepada CTI-CFF baik oleh mahasiswa maupun Prof. Thomas Hilde diantaranya adalah kebijakan di bidang perikanan, pemanasan global, coral bleaching, konservasi kelautan, Illegal Unreported and Unregulated (IUU) Fishing yang ada di Indonesia dan kawasan Segitiga Karang secara umum.

 

Hal menarik lainnya yang dikemukakan oleh CTI-CFF adalah adanya local wisdom atau kearifan lokal yang masih hidup di kawasan Segitiga Karang, khususnya di Indonesia yaitu tentang waktu menangkap ikan Sasi di Maluku dan Papua serta Mane’e di Talaud, Sulawesi Utara.      

 

Rombongan mahasiswa pasca sarjana dari Maryland University, sebelumnya telah berkunjung ke Taman Nasional Laut Nasional Bunaken dan Taman Nasional Tangkoko di Batuangus, Bitung guna melihat sendiri pengelolaan kawasan konservasi dengan beragam keanekaragaman hayati dan faunanya secara langsung, lengkap tentang peluang dan tantangan yand dihadapi di lapangan. Seluruh anggota rombongan merasakan keindahan yang ditawarkan oleh kedua obyek wisata tersebut, sekaligus mencatat dan mengkritisi ancaman yang ada baik yang disebabkan oleh alam maupun oleh kegiatan manusia.

 

Louisa W. Olson, mahasiswa pasca sarjana jurusan Kebijakan Lingkungan/Environmental Policy dari University of Maryland, Amerika Serikat mengatakan: “Salah satu tujuan utama dirinya berkunjung ke Indonesia dalam program ini adalah melihat secara langsung tentang daya lenting/tahan masyarakat dan lingkungan dalam menghadapi perubahan iklim serta hal-hal apa yang harus disiapkan untuk mengatasi hal tersebut.”

 

Kelompok belajar mahasiswa pasca sarjana dari Maryland University akan berada di Indonesia dari tanggal 30 Desember 2016 hingga 21 Januari 2017.  Dalam rangkaian kunjungan tersebut, mereka akan mengunjungi Bali, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Jakarta dan Bogor dalam rangka menggali isu-isu yang berkaitan dengan lingkungan dan pengelolaannya, termasuk di dalamnya belajar tentang kearifan lokal yang masih hidup di tengah masyarakat Indonesia.  (tr/rls)

Berita Terkait

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Kilas Manado, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.