kilasmanado.com - torang pe koran online

Komunitas METANARASI Angkat Bicara Mengenai Kehidupan Masyarakat Pesisir Kota Manado

  • 59 views
  • 0 comments
  •  Komunitas METANARASI Angkat Bicara Mengenai Kehidupan Masyarakat Pesisir Kota Manado MANADO, KILASMANADO.com – Komunitas METANARASI kembali angkat bicara mengenai
  •  Komunitas METANARASI Angkat Bicara Mengenai Kehidupan Masyarakat Pesisir Kota Manado MANADO, KILASMANADO.com – Komunitas METANARASI kembali angkat bicara mengenai
  • thumb  Komunitas METANARASI Angkat Bicara Mengenai Kehidupan Masyarakat Pesisir Kota Manado MANADO, KILASMANADO.com – Komunitas METANARASI kembali angkat bicara mengenai
  • thumb  Komunitas METANARASI Angkat Bicara Mengenai Kehidupan Masyarakat Pesisir Kota Manado MANADO, KILASMANADO.com – Komunitas METANARASI kembali angkat bicara mengenai

 

MANADO, KILASMANADO.com – Komunitas METANARASI kembali angkat bicara mengenai kehidupan masyarakat pesisir kota Manado. Diskusi ini bertemakan  “KONTESTASI KAPITAL DI MANADO: REKLAMASI, NASIB NELAYAN DAN MASYARAKAT PESISIR KOTA.” Kegiatan diskusi ini dilaksanakan di Cafe The Mukaruma, Sabtu (14/10/2017).

 

Yessy Mamonto menerangkan bahwa, kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah mahasiswa dari berbagai kampus di Sulawesi Utara. “Kegiatan diskusi rutin ini bertujuan untuk membangun kesepahaman gagasan anak muda di Manado agar peka terhadap persoalan politik, ekonomi, dan sosial kebudayaan.” Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Essy ini menuturkan bahwa, Diskusi rutin yang dilaksanakan setiap dua minggu sekali ini, sudah berjalan di sesi yang ke tujuh. Diskusi diawali dengan pemaparan dari tiga orang pemantik.” Adapun  pemantik diskusi pada hari ini yaitu, Dr. ir. Rignolda Djamaluddin, M.si (pemerhati masyarakat pesisir), Fredy Wowor (akademisi universitas sam ratulangi}, dan Theo Runtuwene (direktur eksekutif walhi) dan Rizky Faiz Kinontoa (moderator). Tuturnya

 

Dalam kegiatan tersebut Dr. Rignolda atau biasa disapa mner Oda mengatakan, kegiatan seperti ini sangat positif bagi anak muda. “Kami ternyata tidak sendiri. Masih ada kawan yang tertarik mendiskusikan reklamasi, nasib nelayan dan masyarakat pesisir”  tambahnya. Rignolda juga manjelaskan bahwa, Reklamasi adalah “intuisi” penguasa saat itu kala ia menatap teluk manado dari tepian beton boulevard. Yang kita lihat dan baas saat ini adalah produk intuitif yang diseolah olahkan benar setelah breacking down, memang ada hal yang kemudian baik dari sebuah kebetulan. Masih belum bergeser hingga saat ini bahwa, aturan dibuat menyesuaikan dengan keadaan pada umumnya atas pengaruh pemodal termasuk penguasa yang bermodal atau cari modal. Tutupnya

 

Dalam kesempatan yang sama Fredy Wowor mengatakan, “nelayan bukan hanya sekedar mengisi perut tapi jadi kebanggaan mempunyai pekerjaan, itu merupakan salah satu nilai yang terkandung di dalamnya.” Beliau juga menambahkan, “Kekuatan yang menguasai kapital akan membuat setiap insan tidak lebihnya sebuah barang (genosida kebudayaan), kekuatan capital yang digunakan untuk merebut aset. Proses peniadaan manusia oleh kaum capitaldan berubahnya orientasi mall (generasi mall) Tandasnya.

 

Adapun pendapat dari Theo Runtuwene bahwa, “berbicara mengenai reklamasi ada dua hal, pertama mengubah bentangan alam yang mengakibatkan pencemaran dan yang kedua mengenai kerusakan biota laut. Kata kuncinya bahwa reklamasi tidak boleh dilakukan, karena ancaman ancamannya sangat masif. Ekosistem laut terkait dampak bentangan alam kemudian pengkaplingan laut, itu mempunyai aturan dan tidak boleh di langgar.”

 

Di akhir penghujung diskusi mner Oda menyampaikan bahwa kita harus mengasah ilmu kita, bahwa kita hanya sekumpulan orang kecil gila diantara orang orang. (EBD)

Berita Terkait

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Kilas Manado, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.