K I L A S M A N A D O . C O M | Torang pe koran online

Kemungkinan KPU Akan Revisi PKPU Dalam Rapat Pleno

  • 166 views
  • 0 comments
Kilasmanado.com, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum ( KPU) akan segera menggelar rapat pleno terkait dengan keluarnya putusan Mahkamah Agung ( MA )  mengenai uji materi terhadap pasal 4 ayat 3 Peraturan KPU ( PKPU) nomor 20 tahun 2018 yang memuat larangan mantan narapidana korupsi maju sebagai calon legislatif (caleg).
Komisi Pemilihan Umum ( KPU) segera menggelar rapat pleno terkait dengan putusan uji materi Mahkamah Agung (MA) terhadap pasal 4 ayat 3 Peraturan KPU ( PKPU) nomor 20 tahun 2018 yang memuat larangan mantan narapidana korupsi maju sebagai calon legislatif (caleg). Dalam putusannya, MA menyatakan bahwa larangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi calon anggota legislatif (caleg) bertentangan dengan UU Pemilu. Putusan tersebut akan berakibat pada berubahnya status Tidak Memenuhi Syarat (TMS) bakal caleg napi korupsi menjadi Memenuhi Syarat (MS). Artinya, mantan napi korupsi diperbolehkan untuk maju sebagai caleg.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPU Segera Putuskan Kemungkinan Revisi PKPU dalam Rapat Pleno", https://nasional.kompas.com/read/2018/09/15/22213841/kpu-segera-putuskan-kemungkinan-revisi-pkpu-dalam-rapat-pleno.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Dian Maharani
Komisi Pemilihan Umum ( KPU) segera menggelar rapat pleno terkait dengan putusan uji materi Mahkamah Agung (MA) terhadap pasal 4 ayat 3 Peraturan KPU ( PKPU) nomor 20 tahun 2018 yang memuat larangan mantan narapidana korupsi maju sebagai calon legislatif (caleg). Dalam putusannya, MA menyatakan bahwa larangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi calon anggota legislatif (caleg) bertentangan dengan UU Pemilu. Putusan tersebut akan berakibat pada berubahnya status Tidak Memenuhi Syarat (TMS) bakal caleg napi korupsi menjadi Memenuhi Syarat (MS). Artinya, mantan napi korupsi diperbolehkan untuk maju sebagai caleg.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPU Segera Putuskan Kemungkinan Revisi PKPU dalam Rapat Pleno", https://nasional.kompas.com/read/2018/09/15/22213841/kpu-segera-putuskan-kemungkinan-revisi-pkpu-dalam-rapat-pleno.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Dian Maharani


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPU Segera Putuskan Kemungkinan Revisi PKPU dalam Rapat Pleno", https://nasional.kompas.com/read/2018/09/15/22213841/kpu-segera-putuskan-kemungkinan-revisi-pkpu-dalam-rapat-pleno.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Dian Maharani
Komisi Pemilihan Umum ( KPU) segera menggelar rapat pleno terkait dengan putusan uji materi Mahkamah Agung (MA) terhadap pasal 4 ayat 3 Peraturan KPU ( PKPU) nomor 20 tahun 2018 yang memuat larangan mantan narapidana korupsi maju sebagai calon legislatif (caleg). Dalam putusannya, MA menyatakan bahwa larangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi calon anggota legislatif (caleg) bertentangan dengan UU Pemilu. Putusan tersebut akan berakibat pada berubahnya status Tidak Memenuhi Syarat (TMS) bakal caleg napi korupsi menjadi Memenuhi Syarat (MS). Artinya, mantan napi korupsi diperbolehkan untuk maju sebagai caleg.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "KPU Segera Putuskan Kemungkinan Revisi PKPU dalam Rapat Pleno", https://nasional.kompas.com/read/2018/09/15/22213841/kpu-segera-putuskan-kemungkinan-revisi-pkpu-dalam-rapat-pleno.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Dian Maharani

Komisioner KPU RI , Viryan Azis ketika diwawancarai awak media di kantor KPU, hari Jumat (14/9/2018) lalu| Foto : Eksklusif ( Ricky Octavian )

 

Kilasmanado.com, Jakarta - Komisi Pemilihan Umum ( KPU) akan segera menggelar rapat pleno terkait dengan keluarnya putusan Mahkamah Agung ( MA )  mengenai uji materi terhadap pasal 4 ayat 3 Peraturan KPU ( PKPU) nomor 20 tahun 2018 yang memuat larangan mantan narapidana korupsi maju sebagai calon legislatif (caleg).

 

Dalam putusan tersebut, MA menyatakan bahwa larangan mantan narapidana kasus korupsi menjadi calon anggota legislatif bertentangan dengan UU Pemilu. Putusan tersebut akan berakibat pada berubahnya status Tidak Memenuhi Syarat (TMS) bakal caleg napi korupsi menjadi Memenuhi Syarat (MS). Artinya, mantan napi korupsi diperbolehkan untuk maju sebagai caleg.

 

 

" Ya kami harus pleno dulu. Sistem KPU dalam bekerja, kami memutuskan bersama dalam rapat pleno, kapapun yang dilakukan," kata Komisioner KPU Viryan Azis di kantor KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (14/9/2018) sore tadi.

Lanjut Viryan, hingga saat ini KPU belum menerima salinan putusan MA yang akan dijadikan bahan pembahasan rapat. Viryan juga menambahkan, bahwa lembaga penyelenggara pemilu itu masih menunggu dan aktif mencari putusan MA terkait hasil uji materi PKPU.

"Kami masih menunggu salinan putusan MA, dan tidak mau mengambil keputusan terburu-buru hanya berdasarkan  pemberitaan di media yang sudah viral, yang tidak ada dokumennya. kemudian KPU merevisi PKPU-nya," ujar Viryan.

Viryan juga mengatakan, bahwa pihaknya akan menaati peraturan hukum yang berlaku. Jika dikemudian hari, KPU menerima salinan amar putusan MA yang isinya membatalkan PKPU soal larangan mantan napi korupsi nyaleg, maka KPU akan melakukan penyesuaian. Itu artinya, KPU akan segera merevisi aturan tersebut sesuai dengan isi putusan MA.

"Akan direvisi oleh pihak kami. Kami harus melihat dulu dari isi putusannya. Bunyinya seperti apa kan itu nanti akan menjadi dasar (tindakan) KPU," tutur Viryan.

Oleh karenanya, Viryan menjelaskan bahwa tidak cemas atas putusan MA. Sebab, hal tersebut merupakan proses hukum yang harus dijalankan, lebih-lebih penyelenggaraan pemilu harus memiliki kepastian hukum.

"Jadi KPU tidak cemas. Karena ini suatu proses yang harus dijalani, karena prinsip dalam penyelenggaraaan pemilu itu harus berkepastian hukum," pungkas Viryan.

 

 

( Ricky Octavian )

Berita Terkait

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Kilas Manado, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.