kilasmanado.com - torang pe koran online

HEBOH!! Harta Karun Emas Batangan Seberat 3.8 ton Ditemukan Warga

  • 6334 views
  • 0 comments
  •  HEBOH!! Harta Karun Emas Batangan Seberat 3.8 ton Ditemukan Warga KILASMANADO.com, AMURANG -- Warga Kecamatan Sinonsayang, Desa Poigar heboh karena ditemukannya harta karun berupa emas batangan seberat 3.8 ton di areal perkebunan.
  •  HEBOH!! Harta Karun Emas Batangan Seberat 3.8 ton Ditemukan Warga KILASMANADO.com, AMURANG -- Warga Kecamatan Sinonsayang, Desa Poigar heboh karena ditemukannya harta karun berupa emas batangan seberat 3.8 ton di areal perkebunan.
  • thumb  HEBOH!! Harta Karun Emas Batangan Seberat 3.8 ton Ditemukan Warga KILASMANADO.com, AMURANG -- Warga Kecamatan Sinonsayang, Desa Poigar heboh karena ditemukannya harta karun berupa emas batangan seberat 3.8 ton di areal perkebunan.
  • thumb  HEBOH!! Harta Karun Emas Batangan Seberat 3.8 ton Ditemukan Warga KILASMANADO.com, AMURANG -- Warga Kecamatan Sinonsayang, Desa Poigar heboh karena ditemukannya harta karun berupa emas batangan seberat 3.8 ton di areal perkebunan.

 

KILASMANADO.com, AMURANG -- Warga Kecamatan Sinonsayang, Desa Poigar heboh karena ditemukannya harta karun berupa emas batangan seberat 3.8 ton di areal perkebunan.

 

Keberadaan harta karun yang ditemukan Alfrets Rosang (60) dan sebelas orang lainnya di perkebunan Desa Poigar Kecamatan Sinonsayang hanya bertahan hingga Rabu (5/4) pagi kemarin. Sejumlah wartawan saat berkunjung di rumahnya yang berada di Jaga III Desa Poigar Satu, Rosang mengaku harta karun yang ditemukan menghilang dan tidak bisa dilihat lagi pengunjung maupun masyarakat yang masih penasaran dan ingin melihat keberadaan harta karun tersebut dari dekat.

 

“Kami mohon maaf karena harta karun yang kami temukan sudah tidak bisa dilihat lagi pengunjung maupun masyarakat yang datang. Keberadaan harta karun ini telah mengundang rasa penasaran serta rasa ingin tahu dari masyarakat. Kami tidak bisa melarang mereka yang datang dan ingin melihat dari dekat, akan tetapi kami juga merasa tidak nyaman dengan situasi seperti ini,” kata Rosang.

 

Lanjut Rosang, sejak ditemukan hingga Selasa, (4/3) malam rumahnya selalu dipenuhi dengan pengunjung yang ingin melihat harta karun tersebut dari dekat. Selain diijinkan untuk melihat, warga yang datang juga tidak dilarang untuk mendokumentasikan lewat ponsel keberadaan harta karun yang ditemukannya.

 

Terkait dengan penemuan harta karun ini, Rosang yang juga adalah seorang penatua gereja, menuturkan dari usia sembilan tahun dirinya mendapat mimpi terkait keberadaan harta karun ini. “Penemuan ini membuat orang banyak bertanya-tanya, tapi sebagai orang yang percaya kepada Tuhan saya ingin mengatakan bahwa sebelum mengambil harta karun ini saya dan teman-teman hanya berdoa. Tidak ada sesajen dan waktunya tidak sampai sepuluh menit harta karun ini sudah berada di depan mata,” ungkapnya.

 

Sementara itu,  Noldy Poluakan warga Desa Ongkaw Dua, mengaku telah melihat langsung benda-benda antik yang menyerupai emas batang. “Saya sudah mengunjungi tempat penyimpanan dan melihat langsung. Benda-benda itu berbentuk balok dan berwarna kuning serta warna perak,” ujarnya.

 

Namun sangat disayangkan kata Poluakan bahwa warga yang menemukan dan menyimpan barang tersebut, terkesan tertutup dan tidak mau memberi informasi secara detail soal kapan dan dimana benda asing tersebut ditemukan. “Saya sudah berusaha mengorek keterangan, tapi dia tidak mau memberi informasi, dengan alasan takut ada ancaman dari pihak-pihak yang ingin memanfaatkan situasi,” terangnya.

 

Menariknya kata Poluakan dari hasil investigasinya di rumah tempat penyimpanan benda tersebut, terungkap sedikit informasi dimana benda asing yang menyerupai batangan emas, sudah ditemukan sejak pertengahan bulan Maret 2017 lalu, namun tetap dirahasikan. “Menurut saya barang ini ada sedikit berbau mistis. Sebab dari keterangan bapak Alfrets bahwa sejak umurnya masih muda sebenarnya sudah mengetahui keberadaan barang tersebut. Tapi sesuai pesan dalam mimpi, kalau barang tersebut baru bisa diambil setelah bapak tersebut berusia 63 tahun atau tepatnya, pertengahan Maret 2017 lalu,” terangnya.

 

Terpisah, Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana SH SIK MSi saat dikonfirmasi membenarkan soal adanya penemuan barang tersebut. “Setelah mendapat laporan dari Polsek Sinonsayang pada beberapa hari lalu, kami langsung bergerak menuju kelokasi penyimpanan. Dan ternyata barang itu ada serta masih disimpan oleh pihak yang menemukan. Tapi untuk memastikan apakan barang itu benar-benar emas batangan, maka kami masih akan melakukan penelitian dengan melibatkan tim ahli,” jelas Kapolres melalui Kasat Reskrim IPTU Mochamad Nandar SIK yang didampingi KBO IPTU Duwi Galih SIK, sembari menunjukan beberapa bagian foto barang yang diperkirahkan bernilai triliunan rupiah. (tr)

Berita Terkait

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Kilas Manado, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.