kilasmanado.com - torang pe koran online

FESTIVAL KONSERVASI SULUT 2016 SIAP DIGELAR

  • 2180 views
  • 0 comments

FESTIVAL KONSERVASI SULUT 2016 SIAP DIGELAR 

KilasManado.com- Masalah konservasi dan lingkungan menjadi sangat penting tak kalah perubahan iklim menjadi isu utama dunia saat ini. Laju deforestasi hutan, kerusakan lingkungan, kepadatan penduduk, kepunahan flora dan fauna, rusaknya terumbu karang hanyalah sebagian kecil dari sumbangan terhadap perubahan iklim yang semakin terasa.

Berbagai upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim telah dilakukan baik oleh pemangku kepentingan maupun berbagai lembaga non pemerintah. Langkah-langkah konservasi pun diambil sebagai upaya menyumbang perbaikan terhadap alam melalui pelestarian keanekaragaman hayati.

Tetapi berbagai upaya dan kerja keras itu tak akan berdampak jika masyarakat tak mengetahui dan memahami betapa pentingnya pelestarian alam dan lingkungan. Berbagai upaya dan pekerjaan serta keberhasilan itu harus diketahui oleh masyarakat. "Pesan-pesan pelestarian alam itu harus sampai ke masyarakat, agar mereka tahu apa yang sudah dilakukan dan apa yang masih harus dikerjakan," ujar Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) f/21, Ronny Adolof Buol, Selasa (30/8/2106).

Oleh karena itu LPM f/21 mengajak pihak-pihak yang bekerja dalam bidang pelestarian alam dan konservasi untuk bersama-sama berkampanye dalam event Festival Konservasi Sulawesi Utara 2016.

Festival yang dilaksanakan pada tanggal 2-3 September ini mengambil lokasi di Mega Mall. Ada lebih dari 30 instansi/lembaga/organisasi/kelompok masyarakat dan komunitas yang ambil bagian. "Kami senang semuanya bisa bersama-sama bersatu menyuarakan pelestarian alam. Oleh kerena itu kami mengusung tema, satu panggung untuk alam yang lestari," jelas Ronny.

Seluruh unit pelaksana teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang berkantor di Sulut mengambil bagian.  UPT itu yakni, BKSDA Sulut, BPDAS Tondano, BPKH Wilayah VI Manado, BP2LHK Manado, Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone, Balai Taman Nasional Bunaken dan BPPHLHK Wilayah Sulawesi Seksi III Manado.

Disamping itu ada EPASS, WCS, MNP, YSYI, Manengkel Solidaritas, Celebio, Komunitas Suara Pulau, Prodi Kehutanan Fak. Kehutanan Unsrat, Japeki, FKPA Sulut, FK3I Sulut, Saka Sana Bhakti Manado. "Berbagai perusahaan dan pihak sponsor juga ikut terlibat menyukseskan kegiatan ini," tambah Wakil Koordinator Event, Toar Pantouw. 

Berbagai rangkaian acara sudah disiapkan untuk memeriahkan festival konservasi pertama di Sulut itu. Beberapa acara antara lain fun climbing, pentas puisi musikalisasi, art performance, music untuk alam, lomba mewarnai, cerdas cermat konservasi, lomba permainan tradisional, donor darah.

"Kami juga menggelar diskusi publik, talk show dan berbagai atraksi komunitas seperti penampilan Saka Wana Bhakti, atraksi maskot dan theater anak," jelas Juru Bicara Event, John Rahasia.

Tentu digelarnya featival konservasi ini diharapkan mampu memberikan informasi upaya pelestarian alam kepada masyarakat luas. (tr)

Informasi harap menghubungi:

JOHN: 081356825206

RONNY: 085256510522

Berita Terkait

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Kilas Manado, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.