K I L A S M A N A D O . C O M | Torang pe koran online

Defile IYD - Pastor John Montolalu: Orang Muda Katholik se-Indonesia Jadilah Injil yang Hidup

  • 294 views
  • 0 comments
Orang muda dalam perjumpaannya dengan kenyataan dunia, perlu saling berjumpa, memberi kesaksian dan saling meneguhkan.

KilasManado.com -- Orang muda dalam perjumpaannya dengan kenyataan dunia, perlu saling berjumpa, memberi kesaksian dan saling meneguhkan. Salah satu wujud perjumpaan ini adalah melalui kegiatan Indonesian Youth Day (IYD), yang menghimpun sebanyak mungkin orang muda Katolik dari seluruh penjuru nusantara, untuk berjumpa, memberi kesaksian dan saling meneguhkan.

 

Setelah melakukan live in selama 4 hari di sejumlah paroki yang tersebar dibeberapa kevikepan yang ada di Keuskupan Manado, sekira 2.500 Orang Muda Katolik (OMK) yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan Indonesian Youth Day (IYD) 2016, kembali di Kota Manado untuk melanjutkan kegiatan pembukaan yang diawali dengan defile yang dilepas Walikota Manado  GSV Lumentut, Kapolda Sulut Irjen Wilmar Marpaung, Kapolres Manado, Kapolres Manado AKBP Suprayitno, Perwakilan Danlanudsri, Ketua Panitia IYD 2016 Pastor John Montolalu, BKSUA  dan FKUB Kota Manado dari Lapangan KONI Sario, Selasa (04/10).

 

“Selamat datang kepada Anda semua, selamat menikmati suasana dan keakraban warga Sulut. Semoga pelaksanaan live in di tengah umat dan mayarakat anda sudah mengalami kehidupan menggereja. Secara khusus hari ini anda semua disambut Walikota Manado GSV Lumentut di Kota Manado dan mulai malam ini anda menjadi tamu agung di Kota Manado,” kata Ketua Panitia IYD 2016 Pastor John Montolalu Pr.

 

Kedatangan OMK se-Indonesia dari 37 keuskupan, lanjut Pastor John diharapkan mampu membawa kabar sukacita sebagai Injil yang hidup di tengah kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara. “Sebagai kaum muda anda semua adalah masa depan gereja, masa depan masyarakat, bangsa dan Negara,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Walikota Manado GSV Lumentut dalam sambutannya menyatakan kebanggaan dengan kehadiran OMK se-Indonesia di Kota Manado. “OMK dari 37 keuskupan di Indonesia bersama undangan yakni OMK dari Keuskupan Kinabalu Malaysia, saya mengajak kita semua mengucap syukur selalu kepada Tuhan karena hari ini kita bisa dipertemukan di Kota Manado. Mewakili pemerintah dan masyarakat kami menyambut dengan penuh sukacita kedatangan anda semua di Kota Manado,” kata Walikota.

 

Sejak sebulan lalu, lanjut Walikota pihaknya sudah menyambut kedatangan Salib IYD 2016 di Kota Manado. “Saat ini saudara semua adalah orang Manado, walaupun berasal dari seluruh daerah di Indonesia. Silakan nikmati keamanan, persudaraan, kenyamanan dan sukacita selama berada di Kota Manado. Kita semua ciptaan Tuhan. Kita sambut IYD 2016 dengan sukacita iman, Tuhan Yesus memberkati kita semua,” ungkap Walikota dan disambut tepuk tangan meriah dari ribuan OMK se-Indonesia.

 

Kepada KilasManado.com Ketua Badan kerjasama Antar Umat Beragama (BKSUA) Kota Manado Pdt Roy Lengkong yang juga hadir dalam kesempatan itu, menyatakan apresiasi atas penyelenggaraan IYD di Keuskupan Manado. “Ini kesempatan yang luar biasa bagi Kota manado untuk membuktikan kerukunan antar umat beragama di Kota Manado sangat tinggi. Hal ini terbukti dengan kebersamaan warga dan umat beragama yang menyambut OMK se-Indonesia dengan penuh sukacita. Kami yakin IYD 2016 di Kota Manado akan terlaksana dengan aman dan damai,” kata Pdt Lengkong.

 

Senada Forum Kerukunan Antar Umat Beragama (FKUB) Kota Manado Pdt Renata Ticonuwu, menyatakan apresiasi dan dukungan atas penyelenggaraan kegiatan IYD 2016 di Keuskupan Manado. “BKSUA Kota Manado mendukung pelaksanaan IYD 2016 di Keuskupan Manado. Kami berharap, melalui kegiatan ini semakin meneguhkan semangat persatuan dan persaudaraan antar umat beragama di Provinsi Sulut lebih khusus di Kota Manado,” tutup Pdt Ticonuwu.

 

Deiketahui, setelah melakukan defile, pembukaan IYD 2016 di Stadion Klabat diawali dengan perayaan ekaristi yang dipimpin Uskup manado Mgr Joseph Suwatan MSC, dilanjutkan dengan acara seremoni pembukaan. Selanjutnya peserta IYD 2016 yang berasal dari 37 keuskupan di Indonesia menuju ke Pineleng dan Lotta.

 

Rabu 5 Oktober peserta akan dibagi dalam 15 kelompok untuk selanjutnya mendapatkan materi dari para uskup terkait dengan pandangan gereja Katolik terkait dengan politik, Iptek, ekonomi dan dimensi kehidupan OMK, untuk membangun kehidupan yang bermakna bagi OMK. Sesi selanjutnya, peserta akan mendapatkan sharing dari tokoh-tokoh yang berkecimpung dalam dunia praktis, yang akan memberikan kesaksian dalam rupa-rupa dimensi kehidupan. Refleksi peserta dari pengalamannya selama berada di lokasi live in ditutup dengan perayaan tobat agar hidup penuh dengan rekonsialiasi.

 

Hari Kamis (6/10) peserta IYD 2016 akan dikumpul dalam satu kelompok yang besar di venue utama untuk mendapatkan motivasi dilanjutkan dengan acara penutupan. Sehingga diharapkan OMK yang datang sebagai “air” yang dibutuhkan, dalam IYD digodok dan dibekali sehingga mereka tumbuh sebagai “anggur”. IYD sebagai pertemuan transformatif menjadikan OMK sebagai agen pembaharu. (tr)

Berita Terkait

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Kilas Manado, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.